Senin, 27 Februari 2017

#2 No Gadget Di Usia Dini (Itu Susah)




Ternyata hidup di jaman yang serba canggih dan serba gampang itu gak selamanya memudahkan manusia juga ya. Terlebih dalam sebuah idealisme pola asuh. Saya termasuk dalam orang yang lumayan kecanduan hp. Dikit-dikit hp dan nggak mau kalau saya harus mengesampingkan anak karena hp. Jujur, itu susah tapi saya harus bisa. Dan saya sendiri nggak mau untuk nantinya Intan kecanduan gadget seperti saya. 



Tapi ketika saya dan suami ingin memberikan pola asuh yang meminimalisir hp itu ternyata ada aja godaannya. Godaan berat adalah dari dalam diri sendiri, godaan lainnya adalah dari orang sekitar. Suatu ketika kami berhasil tidak pegang hp saat ada Intan, tetapi sama ibu pengasuh kadang diberikan. Ada baiknya memang dia akan mengenal fungsi hp dan dengan gayanya menempelkan di telinga sambil berkata ” haoo...papa”. sesekali sama pakdhe dia diajak melihat rekaman video mbak Keisha main. Nah, seperti itu terkadang dia akan meminta saya untuk menyalakan hp. Kalau nggak dikasih dia akan marah kemudian menyakiti dirinya sendiri. 

Dengan begitu saya dan suami pun kembali untuk berfikir bahwa meniadakan hp itu nggak selamanya bisa. Ada momen tertentu dimana saya juga harus memberikan hp kepada Intan, yaitu :

1.   Disaat kami mengajak dia untuk berfoto bersama. *maklum belum punya kamera bagus selain hp*
2.    Mengenalkan nyanyian anak-anak yang kami simpan ofline dari youtube.
3. Disaat dia meminta atau mengambil sendiri hp di meja dan kemudian menempelkannya di telinga. Disitu saya akan menyahut ocehan dia seolah-olah kami sedang telfonan gitu.
4.  Disaat dia rewel dan meminta untuk nyanyi, akan saya berikan dengan durasi yang tidak kurang dari 10 menit. Biasanya cukup dengan 2 nyanyian.

Meskipun ada saat saya berbaik hati memberikan hp ke Intan, dia tidak langsung puas gitu aja. Dia akan meminta lagi dan bahkan marah kalau tiba-tiba hp saya simpan. Nangis akan menjadi senjata dia, tapi sebagai ibu saya coba alihkan dengan hal lain seperti :

1.  Mengajaknya bermain dengan objek baru entah itu lego block, boneka, atau bahkan rattle.
2.      Mengajaknya untuk membaca buku bersama.
3.      Menyebutkan nama-nama hewan yang posternya saya tempel di kamar
4.    Atau mengajak Intan untuk melakukan aktivitas bersama seperti mengajaknya menyapu, angkat jemuran, atau bahkan sekedar bermain di teras. Tentunya disesuaikan dengan porsinya Intan.
5.  Kalau terpaksa nangisnya belum berhenti, saya akan biarkan dia menangis sampai puas. Kalau sudah selesai dan tenang baru saya coba sounding dia dengan kalimat “mama tidak melarang Intan main hp untuk nyanyi, tapi kalau main hp nya lama nanti mama dicuekin Intan kan mama jadi sedih”. 

Kalau soundingnya lebay ya maaf deh. Karena buat saya memang mengajarkan keberadaan orang tua di samping anak juga perlu. Ini sih berdasarkan dari didikan bapak ibu juga, bahwa orang tua memang harus mendampingi anak walaupun ada saat dimana anak harus dilatih mandiri. Bahkan ketika anak meminta juga tidak seharusnya orang tua kabulkan terus. Sebagai contoh ya gadget ini, ada saat saya yes ada saat saya no.

Mungkin teman-teman bisa sharing bagaimana menyikapi disaat anak mulai meminta main hp. Saya tunggu di kolom komentar ya^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar