Senin, 19 Maret 2018

Karena Seorang Ibu Harus Bahagia

Aku mau sedikit cerita....


Jujur ya, aku sangat heran bahkan benar-benar heran. Ketika minggu kemarin aku jemput Intan di jam yang sebenarnya biasa aku jemput. Kebetulan sih, waktu itu aku ada tugas dampingi murid lomba permainan tradisional. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, aku memanfaatkan dinas luar itu untuk ber me time dan kumpul temen-temen. Bahkan nggak sengaja juga aku ketemu papanya Intan di lokasi. Dan ya, memang aku ijin kalau akan pergi sebentar bersama teman-temanku.




Beruntung sih, suami itu tipikal yang nggak terlalu mengekang selama memang harus paham tanggung jawabnya. Dan kesempatan itu aku gunakan untuk hunting buku dan makan siang bareng temen-temen. Lumayan kan ya, pikiran bisa lebih fresh setelah berhaha hihi bareng. Tapi tetap, aku memantau intan di rumah ibu pengasuh via whatsapp. 

Ndilalah kok pulang dari lokasi aku simpangan di jalan dengan guru senior di sekolah. Nggak taunya keesokan harinya, beliau lagsung tanpa tedeng aling-aling menanyakan kok jam segitu (jam 1 siang) aku baru menuju rumah ibu pengasuh. Dengan santai aku bilang "mampir dulu ke bazar buku..".

Dan you know gaes, aku langsung di komen "jadi ibu kok goblog. Kalau pergi tuh ya ngajak anak sama suami. Nggak ucul sendiri. tugasmu tuh ga dolan, tapi ngurus anak."

BLARRRRR!!!!!!!!

Mblaik!!! Seperti mendapati petir disiang bolong. Kata-kata itu terasa panas di kuping dan aku cukup diam mengiyakan saja apa yang dikomen guru senior itu. 

Lantas aku berfikir sih, apakah salah jika perempuan yang kebetulan seorang ibu memiliki waktu untuk me time dan kumpul barang satu atau dua jam?? 

I think, bukan suatu dosa besar jika seorang ibu menikmati wktunya bersama teman-teman, atau menikmati waktunya untuk ke salon, baca buku sambil dengerin musik tanpa harus ada rengekan si kecil. 

Dan beruntungnya, aku memiliki suami yang mau menggantikan peranku untuk menghandle Intan. Sesekali Intan ikut papanya ke rumah yayi dan seharian full aku bisa menikmati waktuku. Entah kerja, tidur siang sepuasnya, atau beberes rumah tanpa ada intan yang dikit-dikit ma.... Mama....mama... Dan mama. 

Atau menikmati waktu sejam dua jam untuk duduk di cafe, ngobrol dengan temen, curhat soal anak, suami dan kerjaan. Bergosip ria sampai selfie ratusan capture. 

Bagi wanita, itu surga loh!!! Karena memang menyandang status ibu, kita nggak lagi memikirkan diri sendiri. Tetapi ada anak, ada suami, besok mau masak apa ya, belanja apa ya, dan masih banyak lagi yang dipikirkan. Belum tumpukan cucian, setrikaan segunung dan mainan anak yang berserakan. 

Belum lagi para working mom, meski tidak full day di sekolah, setengah hari di sekolah sangat menyita tenaga ditambah sampai rumah harus menghadapi Intan dengan full power. Hahaha... Strong woman banget kan ya. 

Makanya... Ketika seorang perempuan menikmatinwaktu sendirinya ya jangan dihakimi. Jangan langsung dikatain goblog lah, nggaj peduli sama anak lah, nggak bisa jaga diri dari orang lain lah, nggak bisa jaga kepercayaan suami lah. 

Apa iya sih kita harus menjelaskan, sudah ijin suami kok, kita sudah video call dan memastikan nggak sama lelaki lain kok, sudah bilang pengasuhnya kok kalau agak terlambat jemput. 

Yang penting kalau buat aku dan papa sih HARUS IJIN DULU. Papa OK ya berangkat, kalah papa nggak boleh ya agak ngambeg trus nanti ditodong buat ajak jalan-jalan. Hahaha....

Dam sebenarnya seorang anak itu sangat membutuhkan sosok ibu yang bahagia. Bahagia yang bagaimana? Ya yang kalian ciptakan sendiri tentunya. Nggak harus hang out, karena kebutuhan kita juga berbeda. Sekedar baca buku sambil ngopi dirumah, selama bikin kamu bahagia ya lakukanlah.. 


Dan disini aku mau bilang... Makasih ya pah, sudah mengijinkan aku untuk menciptakan bahagia bersama diriku sendiri dan teman-temanku. 

2 komentar:

  1. Mama bahagia, anak suami happy, kalo aku abis me time, aku jd rajin masak ��

    BalasHapus
  2. Aku pun bahagiaaa kalau mama Intan bahagia! Tapi bener lho.. kalau kita ngg happy segalanya jadi ngg enak

    BalasHapus