Selain Takut Gelap, Inilah Fakta Lain Seorang Mama Intan - Intania Kirana

Minggu, 25 November 2018

Selain Takut Gelap, Inilah Fakta Lain Seorang Mama Intan


Di hari ke enam Dalam rangkaian #BPN30DaysChallenge 2018, kali ini diminta untuk mengungkapkan 5 fakta tentang diri sendiri. Jujur sih, ngomongin orang itu gampang. Tapi begitu ngomongin diri sendiri langsung aja ga berkutik. Mau bahas baiknya saja kok ini orang kayak cupid, mau bahas sisi buruknya kok ya gimana gitu. 



Tapi kalau memang setiap fakta dalam diriku ini nanti mengandung kenarsisan tiada tara ya mohon maaf buibu pakbapak. Aku memang orangnya seperti itu. Hahahaha..

So, here we go!

1. Susah bangun pagi alias kebluk
Sampai punya anak juga rekor bangun pagi bisa dihitung. Lepas subuh biasa tidur lagi atau malah nggak subuh. Ya Allah maafkan saya. Doyan tidur sih enggak, cuma karena keseringan tidur di atas jam 12 malam. Tapi aku tetap berusaha untuk bangun pagi kok. 

2. Lebih suka sepatu daripada sandal
Jika disuruh milih sepatu atau sandal, aku memang lebih cenderung sepatu. Sandal yang aku punya ya cuma sandal gunung yang dibeliin papa pasca nikah. Sampai sekarang masih awet. Tapi kalau sepatu ada lebih dari 5 pasang di rak sepatu. Hahaha. 

Pakai sepatu menurutku lebih comfy apalagi dengan bentuk kakiku yang lebar dan kalau musim kemarau suka pecah-pecah. Nggak menutup kemungkinan untuk tidak pakai sandal sih, tapi memang seringnya ya sepatu. 

3. Penakut
Apalagi kalau gelap dan ini nurun ke Intan. Selain takut gelap aku juga takut kalau disuruh nonton film horor. So, i say thank you kalau diajak nonton suzana. Nggak ada nyali bosqueeeee. 


4. Nangis kalau di suntik
Kalau ingat kejadian ini sih suka malu aja gituloh. Jadwal suntik tetanus sebelum nikah di Puskesmas, dan entah kenapa rasanya tulang lemes sekujur tubuh sebelum di suntik. Padahal cuma jarum tapi nggak tau deh, pasti nangis kalau di suntik. Kalau sakit memang malas ke dokter karena takut di suntik. 


5. I'm couple teacher
Hidupku memang nggak disangka-sangka banget. Menikah dengan kenalan yang sebelumnya cuma teman diklat, sama-sama seorang guru dan masih honorer. Jadi berasa banget kalau perjuangan hidup seorang guru dan punya anak yang dikenal masyarakat "oh orang tuanya guru" ternyata begini. 

Tanggung jawab moral itu pasti ada apalagi sering orang berselinting komentar "anaknya guru lho.. harusnya mau kalau diajak salaman", atau "anaknya guru lho.. masa penakut?". Sometime, ngrasa lelah juga sih. Anak guru apa harus perfect? 

Sosok guru memang bukan manusia paling sempurna. Siapa saja orang tuanya, background keluarganya pasti akan mendidik anaknya dengan sangat baik kan. BTW, pak guru yang sudah terpatri di hati seorang mama Intan ganteng juga kan? Ea eaa


5 fakta tentang diriku dan semoga buibu pakbapak semakin mengenal sosok mama Intan ini. Karena terkadang kita hanya menilai seseorang dari "katanya". Tak kenal maka tak sayang, jadi ya... Mending dikenali sendiri saja kan ya daripada mendengar komentar orang. 

Ya nggak?

5 komentar:

  1. Bener mbaa...lbh penting kenali diri sendiri dulu jng perdulikan kata org. Krn blm tentu mrka lbh mengerti...

    BalasHapus
  2. Seneng klo punya pasangan seprofesi ya kak, bisa klop palagi kalo kantornya barengan hihi, paling cm dilwdek2 swjawat hahahah
    Bapak aku juga guru, tau banget didikan ortu yg juga guru, kudu lebih ngerti unggah ungguh biar nda malu maluin orang tua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru aku menghindari kalau sekantor. Hahaha

      Hapus
  3. masa udah gedhe masih nangis sih mbak kalau disuntik? seriusan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nangis mbak..tapi ga seheboh waktu kecil..

      Hapus