Bahagia Meski Tanpa Gadget - Intania Kirana

Sabtu, 09 Februari 2019

Bahagia Meski Tanpa Gadget

arena bermain depan rumah ibu

Bahagia Meski Tanpa Gadget
~ Untuk benar-benar steril dari gadget di era milenial sekarang ini menurut saya mustahil. Apalagi di rumah bisa dikatakan sinyal wifi 24 jam dari rumah sebelah, emak sama bapaknya juga pegang hp semua. Bahkan komputerpun akan menjadi senjata supaya dia lebih anteng di rumah. Ya... screening time nya memang harus benar-benar di koreksi lagi kalau Intan lagi di rumah. 


Akan beda cerita kalau Intan di rumah ibu. Disana banyak anak-anak kecil yang mana usia Intan bisa dikatakan paling kecil. Tapi setelah ada Anan, Intan punya teman sebaya. Lainnya seperti Mbak Gita, Mas Dian, Mas Ipin adalah usia TK dan Mbak Ayuk serta Mas Tio sudah SD. Hampir setiap hari kecuali Minggu Intan ada sama Ibu dan mereka kerap main bersama. 

Dengan resiko, jam tidur siang bisa mundur atau bahkan tidak tidur sama sekali. Bau matahari kerap nempel di tubuh Intan ketika siang saya jemput, bahkan kulitnya agak menghitam karena sering main panas-panasan. hahaha... Ya nggak masalah sih buat saya, lha wong nyatanya mereka mainnya memang seperti itu. 

Lalu mereka main apa saja?  kalau berkumpul mereka akan main selayaknya permainan anak-anak dan tidak tersentuh oleh gadget. Benar-benar murni tanpa ada gangguan hp kecuali buat Mas Galih yang sudah besar. Dan kalau ada saya pasti akan saya abadikan momen bermain Intan bersama teman-temannya. 


anak bebeknya ibu


😁Bermain pasar-pasaran yang notabene permainan anak perempuan. Tapi disitu sering saya lihat Dian dan Ipin ikut berbaur dengan Gita dan Ayu bahkan Intan juga ikut. Dipermainan ini mereka akan berperan layaknya sebuah keluarga atau penjual dan pembeli. Asiknya adalah daya kreatifitas mereka terasah dan imajinasinya main. 

😁 Main Awu-awu alias main tanah di depan rumah ibu. Heran aja sih, depan rumah ibu memang jadi spot favorit untuk bermain anak-anak. Tanah di depan rumah ibu sering banget dijadikan sebagai pasir yang akan diangkut oleh truknya Dian. Arena sebelah selatan dekat bunga jadi arena sudamanda yang akan mereka gunakan untuk bertanding sampai punya sawah-sawahan. Selain itu bisa jadi bahan membuat adonan untuk main pasar-pasaran.

😁 Bermain di halaman TK. Memang beruntung sekali lokasi rumah ibu ada di belakang TK. Ada arena bermain seperti arena memanjat dan jungkat-jungkit. Kalau sore pas belum di jemput, Intan akan bermain di arena permainan TK bersama teman-temannya. Nggak takut jatuh? menurut saya itu resiko sih ya. Dan saya cukup mewanti-wanti ibu untuk mengawasi dan kalaupun terlihat dalam kondisi berbahaya ya harus siaga. Jujur aja saya bukan tipikal ibu yang bilang "jangan!" kecuali kalau mendekati ke area listrik atau yang berbahaya lainnya. 

😁 Bermain Bola Sepak. Sebenarnya ini mainan anak laki-laki. Tapi Intan sering ngerecokin Mas Galih karena mereka sering bermain di dalam rumah ibu. 

😁 Bermain dengan binatang ternak ibu. Sering dari cerita ibu kalau pagi Intan ikut memberi makan ayam peliharaan ibu. Dan kalau di rumah sering dia menawarkan diri untuk memberi makan ayam mbah uti di belakang. Efeknya dia jadi nggak takut dengan ayam dan sering kejar-kejar ayam kecil untuk ditangkap. hahahaha. 

Bahagia sih kalau aku lihat dan memang dengan aktifitas yang sering dia lakukan bersama temannya dan tanpa ada kontaminasi gadget jadi ada kesan tersendiri. Terbukti ketika di perjalanan pulang dia akan menceritakan apa saja yang sudah dia lalui bersama teman-temannya. 

Semudah itu ya anak bahagia meski tanpa gadget. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar