Jumat, 28 Juni 2019

Pengalaman Anak Sakit Ketika Lebaran

Pengalaman anak sakit ketika lebaran~ ini kami alami disaat idul fitri kemarin loh. Eh sebelumnya minal aidzin wal faidzin ya... Mohon maaf lahir dan batin dari kami.

Nggak nyangka kalau momen hari raya kami harus dipusingkan dengan Intan yang demam dilanjut diare pas hari H. Demamnya bermula dari malam takbiran setelah dia ikut takbir keliling desa. Masih pakai kostum carnival dan heppy banget anaknya. Lah, malam kisaran jam 10 kok ada demam dan dia nggak bisa tidur loh.

Sedihnya adalah termometer lagi rusak. Jadi mama nggak bisa memantau ada di suhu berapa derajad. Yang jelas Intan terus mengigau dan nggak bisa tidur. "mama.. aku takut tuyul!" Gutu terus.

Ternyata disaat takbir keliling itu dia lihat ada anak kecil berdandan ala tuyul. Sempet nangis dan nggak tahunya kok sampai kepikiran gitu. Istilah orang tua sih Intan sawanen gitu. Tomtomen dan berakibat beko alias rewel.

Dan ya begitulah, hari pertama lebaran kami lalui dengan rengekan manja serta bolak-balik kamar mandi karena diare. Panas naik turun dan diare terus sehingga kami memutuskan untuk stay di rumah saja dan tidak silaturahmi ke saudara.

Khawatir Dehidrasi
Ya, intensitas BAB Intan cukup sering dengan kondisi encer. Panik lah! Setiap badan panas pasti akan mencret dia. Ada stok pisang di kulkas, mama paksa untuk tetap makan dan minum barang sedikit. Biar nggak lemes.

Cairan oralit juga mama siapkan, sampai memang menanti perkembangannya baru kami bawa ke klinik. Beruntungnya, diare reda setelah kami bawa Intan ke Mbah Murni. Dan bantuan oralit terus mama berikan ke Intan. Sedih... Berat badannlangsung anjlog 😭.


Jadi ya... Lebaran memang ada yang kurang untuk tahun ini. Meski begitu, kondisi kesehatan anak tetap prioritas utama. Beruntungnya saudara memahami kenapa kami hanya stay di rumah. Semoga drama sakit di hari raya tidak terulang lagi ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar