Sabtu, 28 September 2019

Terkesima Dengan Keong Emas Nenek

Terkesima Dengan Keong Emas Nenek ~ Zaman milenial sekarang ini masih ada keong emas ya? Hemm... Mbah Koko Intan bilang, kalau musim penghujan dan sedang dalam masa tanam padi, keong emas biasanya ada. Nah, keberadaan keong emas di sawah itu bisa dikatakan hama tanaman padi lho, bunda.


Lha kok hama? Ya memang karena keong emas akan merusak padi bagian batang bawah. Atau keong emas akan memarut jaringan tanaman padi dan nantinya tanaman jadi mengapung tanda bahwa sudah rusak. Dih .. nakal yaa ... Ditulis gini biar nanti Intan juga baca.

Keong emas juga nggak enak dimakan. Meski ada keong sawah yang bisa dimakan dan biasanya akan jadi rebutan karena jarang banget sih ya mau repot-repot mengolah keong sawah atau biasa dibilang tutut.

Tapi, mama nggak akan bahas soal keong sawah atau keong emas yang sering ditemui Mbah Koko sama Mbah Uti kalau di sawah. Mama mau bahas buku cerita yang kebetulan belakangan ini Intan suka  banget.

Mmm.. bukunya jenis buku cerita bergambar, dan mama dapat dari Room To Read gitu. Kemarin sempat dibantu Mbak Lia buat ngajuin bantuan buku ke perpustakaan sekolah dan beberapa taman bacaan. Alhamdulillah dapat dan beberapa mama simpan buat Intan juga.

Cerita tentang keong emas pernah mama baca di buku Pintar Berbahasa Indonesia 3. Kelihatan ya mama angkatan berapa wkwkwkwkwk. Cerita itu pernah juga diceritakan Mbah Koko disaat menjelang tidur. Versi yang dibaca Intan ini menurut mama baru yang lengkap karena mama baru jelas endingnya karena keong emas sebenarnya adalah seorang putri raja.

Oke, lets see buku cerita bergambar yang sedang Intan sukai!
Judul : Keong Emas Nenek
Penulis & ilustrator : Anna Farida & Henny Yulianti
Penerbit : Pelangi Mizan
ISBN : 978-602-6633-99-6
Halaman : 24 lembar

Tampilan depan bukunya


Mbak Lia bilang bahwa buku-buku dari Room To Read memang terbilang buku dengan kualitas bagus dan tidak diperjualbelikan. Jadi, mama bersyukur banget bisa mendapatkan bantuan buku ini dan disalurkan ke beberapa TK, taman bacaan dan perpustakaan SD. 

Seperti buku yang berjudul Keong Emas Nenek ini memang full colour, dengan kalimat yang sangat sedikit. Karena konsepnya adalah buku cerita bergambar, dari melihat gambarnya saja sudah bisa menggambarkan ceritanya. 

Ilustrasi tampak seperti tergambar nyata. Dengan ilustrasi yang disajikan, mama saja yang seusia gini masih berdecak kagum apalagi Intan. Sepanjang membuka setiap halaman dia selalu bertanya gambar ini menceritakan apa. 

IMHO, memilih buku cerita bergambar itu memang membuat kita bisa berimprofisasi dengan ceritanya. Selama masih nyambung donk! Memang ada kalimat yang menjelaskan, akan tetapi disaat anak penasaran dan mengajukan pertanyaan kita bisa menjawab dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. 

Seperti pada gambar berikut ini...

Dalam dua halaman diatas hanya terdapat satu kalimat saja. Di halaman itu pula, saya bisa bercerita begini ke Intan : "Dek... Coba lihat nenek bawa apa itu? Wah... Ternyata nenek bawa keong, dan nenek membawa pulang keong itu lalu disimpan di sebuah kuali yang diisi air. Di rumah nenek ada kambing dan ayam, coba ditung ayamnya ada berapa? Kambingnya ada berapa?" 

Kurang lebih begitu sesi membaca bersama Intan. Ya memang  masih dibacain, cuma dengan dia melihat gambar terkadang dia bercerita sendiri. 

Ada juga halaman yang membuat dia cukup lama memperhatikan setiap gambarnya.
 Halaman yang menceritakan putri keong emas mengerjakan pekerjaan rumah nenek. 


 Saat keong emas itu tiba-tiba muncul seorang putri yang sangat cantik. Gambaran baru seorang putri, rambut panjang, paras cantik dan suka menolong. Eaaaaa


Ending dari cerita saat putri berhasil bebas dari kutukan dan kembali ke istana dan hidup bersama pangeran. Si nenek juga diajak tinggal di istana. Gambaran baru lagi ke Intan mengenai istana. 


Kesimpulannya adalah Intan menyukai buku ini. Mama sendiri juga suka disamping ilustrasi dan ceritanya bagus, kertas yang dipilih juga kertas yang tebal dan tidak mudah sobek. So, aman sekali lah buat toodler asal harus didampingi.. 

Point plus yang saya suka adalah kemasan cerita yang memang mengangkat sebuah cerita rakyat daerah. Sejauh ini mama menemukan kemasan cerita rakyat dalam sebuah buku kumpulan cerita rakyat full teks, hanya terdapat beberapa gambar pendukung saja. Dengan kemasan buku seperti ini justru terlihat lebih menarik sehingga mampu menggugah kemauan anak untuk dekat dengan buku. 

Jadi bunda, sekian ya cerita Intan yang lagi terkesima dengan keong emas nenek. See you cerita selanjutnyaaaaa... 


Gading, 28-09-2019
~beberapa jam menuju ultah mama😂🤣~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar