Tampilkan postingan dengan label intaniakirana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intaniakirana. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Februari 2019

arena bermain depan rumah ibu

Bahagia Meski Tanpa Gadget
~ Untuk benar-benar steril dari gadget di era milenial sekarang ini menurut saya mustahil. Apalagi di rumah bisa dikatakan sinyal wifi 24 jam dari rumah sebelah, emak sama bapaknya juga pegang hp semua. Bahkan komputerpun akan menjadi senjata supaya dia lebih anteng di rumah. Ya... screening time nya memang harus benar-benar di koreksi lagi kalau Intan lagi di rumah. 

Jumat, 23 November 2018


Blogger Perempuan Network adalah salah satu komunitas blogger yang aku ikuti. Kebetulan  di kota kecil ini wadah untuk komunitas yang mengulas tentang blogging dan perempuan itu belum ada. Ada sih komunitas blogger, hanya saja aku merasa kurang sreg. Paham kan dalam berkomunitas juga perlu rasa nyaman di mana topik perbincangan nggak hanya pamer traffic harian dan jumlah dolar yang di dapat tiap harinya. 

Sabtu, 14 April 2018

Punya anak cewe itu kalau pas lagi di mall, pasar ataupun market memang harus kuat iman. Coba lihat, baju yang dipajang di rak display atau manequin terlebih yang cewe pasti lucu. Atau segala model baju yang lagi hits juga buat anak cewek nggak mau ketinggalan. Belum lagi kalau melintas di outlet Strawberry atau display akeseoris rambut. Ini segala macam kunciran warna-warni, bando dari yang minimalis sampe kuping miki juga ada.

Kamis, 19 Januari 2017



 [CURHAT]
Alhamdulillah ibu pulang dari RS setelah seminggu di opname. Waktu itu saya belum menetapkan untuk memilih dua kandidat pengasuh mana yang akan saya pilih. Tidak memungkinkan jika saya harus ijin kesekian hari dalam waktu 1 minggu. Disaat posisi Intan tertidur, padahal udah mandi. Saya gendong dia dan dibonceng suami menuju ke sekolah. Di perjalanan kami memutuskan “ya sudah.. Intan di rumah ibunya mas Galih aja.”

Rabu, 18 Januari 2017



Kami bisa dikatakan sebagai keluarga idealis. Disaat kami sebagai orang tua baru dan masih harus belajar banyak tentang ini itu, kami masih tetap pada pendirian untuk tidak menggunakan jasa pengasuh. Padahal saya bekerja, jadi selama saya kerja Intan sama mbah uti. Kesibukan mbah uti ngasuh Intan dimulai dari usia Intan 42 hari dan dinamika anak diasuh mbah saat ibunya bekerja mah gitu. Adaaaa aja, tapi terimakasih tak terhingga buat ibu.